Bom Waktu

Hai, All

Ijinkan saya bertanya tentang suatu hal. Manakah yang akan anda pilih mengenai bom waktu yang ada dihadapan anda. Apakah bom dengan hitung mundur, atau bom dengan hitungan maju tanpa kita tahu kapan waktunya akan meledak?
Terkadang memang dua hal tersebut sering terjadi dalam hidup kita. Ada hal yang kita bisa prediksi kapan bisa terjadi, dan ada beberapa hal yang kita tidak pernah tahu kapan akan terjadi. Jika kita berbicara tentang bom waktu, maka akan terkait dengan hal kematian. setiap orang tidak akan tahu kapan dia akan mati, termasuk orang sombong yang berusaha untuk membunuh dirinya sendiri. karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan bertemu dengan Sang Pencipta.

Jika kita tidak tahu kapan kita akan mati, so bagaimana kita menjalani hidup. Kembali pada kondisi dihadapan anda terdapat bom waktu yang siap meledak, tetapi ada 2 macam pengatur waktu. Tentu pengatur waktu mundur akan membuat kita lebih siap menghadapi kematian, tetapi jika tidak ada yang tahu kapan bom akan meledak, kita akan lebih was-was dan tahu waktu kematian kita akan terjadi kapan saja.

So, bagaimana hidup kita saat ini? masing-masing kita membawa bom waktu dengan hitungan maju dimana kita tidak tahu kan bom akan meledak. Nah sekarang How is Your Life?

Selamat Merenung.

Published in:  on July 8, 2009 at 11:14 am Leave a Comment

Bersyukur Karena Penderitaan

Hmmm, apa yang kalian pikir dari judul tersebut?? Pasti ada beberapa pendapat bukan? Pertama, Orang bego kali yah, atau hal tersebut merupakan hal yang wajar.  Yah, bersyukur pada umumnya adalah aktivitas yang kita lakukan ketika kita mengalami sesuatu yang menyenangkan dan lebih lagi menguntungkan untuk diri kita.  tapi jika kita bersyukur karena penderitaan jarang sekali dilakukan, bahkan kemungkinan tidak akan pernah dilakukan.  merupakan suatu hal yang wajar bila kita berontak dan merasa tidak layak mendapatkan penderitaan.  pemberontakan pertama kita pasti akan ditujukan kepada Tuhan.  Tapi disisi lain, Tuhan meminta kita untuk mengucap syukur dalam segala hal, termasuk dalam penderitaan kita.  Hmmm, apakah mungkin Tuhan tidak ingin disalahkan dengan adanya penderitaan.  Ada lagi orang aneh yang berpendapat, jika Tuhan itu baik mengapa masih ada penderitaan, jika Tuhan ada mengapa masih ada penderitaan.

Perintah Tuhan untuk kita selalu mengucap syukur dalam segala hal merupakan perintah yang paling sulit saya lakukan. Tapi bagaimana pun itu adalah perintah Tuhan, bila tidak dilakukan maka kita dinyatakan berdosa. Kalau begitu masalahnya adalah bagaimana kita bisa melakukannya supaya kita tidak berdosa dihadapan Tuhan. Tapi untuk tidak berdosa saja tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan untuk kita bersyukur dalam penderitaan kita.

baiklah, kita mulai saja untuk menjawab pertanyaan dan bagi anda yang sudah tidak sabar menanti jawaban.  pertama-tama, saya mengajak kita untuk mendefinisikan penderitaan dan bersyukur.  yang termudah adalah bersyukur, bersyukur secara sederhana dapat dikatakan sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan atas apa yang kita dapatkan.  Kemudian penderitaan sedikit sulit untuk diartikan.  Penderitaan secara mudah dapat saya bagi menjadi dua hal utama, penderitaan karena diri sendiri atau penderitaan yang mendapat pengaruh dari luar.  sebagai contoh penderitaan karena diri sendiri adalah malas belajar, bodoh, ga bisa memenuhi kebutuhan hidup, hidup menderita. yah, jujur saja itu sangat sederhana.  tapi yang tidak bisa kita terka adalah penderitaan yang dari luar, seperti kecelakaan, sakit yang mendadak.  yah, memang masih kontroversi sih. Hmm, bagaimana menurut anda? penderitaan mana yang harus disyukuri??

Yap, saya sangat setuju bila kita mensyukuri penderitaan yang tidak datang karena kita tidak berusaha.  tidak mungkin kita berterima kasih atas kemalasan kita sendiri bukan?  Tapi mengapa kita bersyukur untuk penderitaan yang berasal dari luar diri kita?? Saya mengajak kita untuk mengubah cara pikir kita.  Kita bersyukur atas penderitaan kita.

Salam,

Published in:  on December 7, 2008 at 10:24 pm Leave a Comment

Protected: SKB Sudah Keluar

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Published in:  on June 10, 2008 at 6:40 pm Enter your password to view comments

Kenaikkan BBM

Kenaikan Bahan bakar minyak di Indonesia sudah terjadi. Indonesia sudah secara resmi keluar dari keanggotaan OPEC. Apa arti semua ini?? Apakah ini sepenuhnya adalah kesalahan pemerintah menaikkan harga BBM? Banyak sekali yang menentang kenaikkan tersebut dari berbagai elemen masyarakat. Dan yang paling gencar melakukan protes adalah Mahasiswa. Ada baiknya dalam hal ini kita melihat dari berbagai sisi. Masyarakat tentu pihak yang paling merasakan akibat kenaikkan harga BBM tersebut, hal tersebut dikarenakan dengan kenaikkan harga maka akan terjadi pula kenaikkan bahan pokok dan juga kenaikkan harga transpotasi yang perlu dikeluarkan. Sekarang mari kita melihat kepada pemerintah yang menaikkan harga. apakah pemerintah punya pilihan lain selain menaikkan harga? Ada web yang menyatakan bahwa jika tidak menaikkan harga BBM maka SBY dan JK akan mengalami kebangkrutan negara karena subsidi yang dilakukan terhadap BBM dengan harga 95 dollar per barel sedangkan harga minyak mentah sudah mencapai harga 135 dollar per barel. Yah mungkin para ahli ekonomi mempunyai ide-ide yang dapat diterapkan tanpa harus menaikkan harga BBM yang semakin mencekik rakyat.

Sekarang saya mengajak kita melihat dari segi yang lebih luas. Mengapa BBM harus sampai menjadi pemicu kemarahan masyarakat Indonesia? Saya mengatakan dalam hal ini ya, karena ketergantungan kita yang sangat tinggi terhadap minyak sebagai bahan bakar. sudah dilakukan pengembangan terhadap bahan bakar alternatif, tetapi tetap saja minyak bumi adalah bahan bakar favorit. Opini saya adalah karena kita malas saja mengembangkan bahan bakar alternatif tersebut. Akan lebih mudah bagi kita untuk menggunakan langsung minyak bumi tersebut, tanpa harus berpusing-pusing memikirkan cara menghasilkan bahan bakar alternatif. Jika kita melihat kembali kepada pertama kali Rudolf Diesel menciptakan mesin Diesel, Rudolf mengatakan bahwa perlu digunakan bahan bakar dari minyak nabati, bukan dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui. Ketergantungan masyarakat terhadap minyak bumi tidak terelakkan, bahkan sampai ke dunia International. Apakah hanya masyarakat pedesaan yang tidak memerlukan minyak? Itu pun rasanya tidak yah,karena masyarakat pedesaan pun tetap butuh minyak. Dalam hal ini saya mencoba kita semua untuk melihat seberapa bergantungnya kita pada minyak bumi sampai dapat menyengsarakan rakyat yang lemah.

KIta perlu melihat kembali bahwa pada zaman dahulu kita tidak membutuhkan BBM yang berlebihan. kenaikkan harga dan penggunaan yang tidak bijaksana menjadi pemicu, sehingga perlunya kita kendalikan penggunaan BBM karena bahan bakar itu dapat habis pada suatu saat. Menjadikan dunia menjadi hijau dengan menanam tanaman kembali. Dan alangkah lebih baik lagi jika menanam tanaman yang dapat menghasilkan minyak nabati sebagai bahan bakar alternatif seperti kepala sawit, kelapa, jarak pagar. Jangan malah ditebang dan digusur untuk dibangunnya perumahan. Hal tersebut sangat tidak bijaksana dalam kesulitan saat ini. Berjalan kaki dan berkendara sepeda ditengah lingkungan yang lebih asri karena banyak tanaman membuat kita sehat dan tidak bergantung lagi pada BBM. Mari saya mengajak kita semua sebagai masyarakat Indonesia terutama di wilayah Jakarta bersama-sama tidak bergantung lagi terhadap BBM dan membuat jakarta lebih sejuk dengan menanam tanaman. Jika BBM menyusahkan kita, mari kita renungkan bersama ketergantungan kita dan kita melakukan bersama apa yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan ketergantungan kita pada BBM.

untuk perenungan bersama:

BBM sudah menyulitkan kita mengapa kita masih harus bergantung padanya?

BBM akan habis suatu saat nanti, mengapa kita masih terus memakai tanpa kendali?

BBM memecah kita, mengapa kita tidak bersatu untuk lepas dari jeratnya?

Ini hanya opini belaka, tapi tidak semua yang ditulis disini salah dan tidak dapat dilakukan.

Published in:  on May 31, 2008 at 9:37 pm Leave a Comment
Tags: