Kenaikan Bahan bakar minyak di Indonesia sudah terjadi. Indonesia sudah secara resmi keluar dari keanggotaan OPEC. Apa arti semua ini?? Apakah ini sepenuhnya adalah kesalahan pemerintah menaikkan harga BBM? Banyak sekali yang menentang kenaikkan tersebut dari berbagai elemen masyarakat. Dan yang paling gencar melakukan protes adalah Mahasiswa. Ada baiknya dalam hal ini kita melihat dari berbagai sisi. Masyarakat tentu pihak yang paling merasakan akibat kenaikkan harga BBM tersebut, hal tersebut dikarenakan dengan kenaikkan harga maka akan terjadi pula kenaikkan bahan pokok dan juga kenaikkan harga transpotasi yang perlu dikeluarkan. Sekarang mari kita melihat kepada pemerintah yang menaikkan harga. apakah pemerintah punya pilihan lain selain menaikkan harga? Ada web yang menyatakan bahwa jika tidak menaikkan harga BBM maka SBY dan JK akan mengalami kebangkrutan negara karena subsidi yang dilakukan terhadap BBM dengan harga 95 dollar per barel sedangkan harga minyak mentah sudah mencapai harga 135 dollar per barel. Yah mungkin para ahli ekonomi mempunyai ide-ide yang dapat diterapkan tanpa harus menaikkan harga BBM yang semakin mencekik rakyat.
Sekarang saya mengajak kita melihat dari segi yang lebih luas. Mengapa BBM harus sampai menjadi pemicu kemarahan masyarakat Indonesia? Saya mengatakan dalam hal ini ya, karena ketergantungan kita yang sangat tinggi terhadap minyak sebagai bahan bakar. sudah dilakukan pengembangan terhadap bahan bakar alternatif, tetapi tetap saja minyak bumi adalah bahan bakar favorit. Opini saya adalah karena kita malas saja mengembangkan bahan bakar alternatif tersebut. Akan lebih mudah bagi kita untuk menggunakan langsung minyak bumi tersebut, tanpa harus berpusing-pusing memikirkan cara menghasilkan bahan bakar alternatif. Jika kita melihat kembali kepada pertama kali Rudolf Diesel menciptakan mesin Diesel, Rudolf mengatakan bahwa perlu digunakan bahan bakar dari minyak nabati, bukan dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui. Ketergantungan masyarakat terhadap minyak bumi tidak terelakkan, bahkan sampai ke dunia International. Apakah hanya masyarakat pedesaan yang tidak memerlukan minyak? Itu pun rasanya tidak yah,karena masyarakat pedesaan pun tetap butuh minyak. Dalam hal ini saya mencoba kita semua untuk melihat seberapa bergantungnya kita pada minyak bumi sampai dapat menyengsarakan rakyat yang lemah.
KIta perlu melihat kembali bahwa pada zaman dahulu kita tidak membutuhkan BBM yang berlebihan. kenaikkan harga dan penggunaan yang tidak bijaksana menjadi pemicu, sehingga perlunya kita kendalikan penggunaan BBM karena bahan bakar itu dapat habis pada suatu saat. Menjadikan dunia menjadi hijau dengan menanam tanaman kembali. Dan alangkah lebih baik lagi jika menanam tanaman yang dapat menghasilkan minyak nabati sebagai bahan bakar alternatif seperti kepala sawit, kelapa, jarak pagar. Jangan malah ditebang dan digusur untuk dibangunnya perumahan. Hal tersebut sangat tidak bijaksana dalam kesulitan saat ini. Berjalan kaki dan berkendara sepeda ditengah lingkungan yang lebih asri karena banyak tanaman membuat kita sehat dan tidak bergantung lagi pada BBM. Mari saya mengajak kita semua sebagai masyarakat Indonesia terutama di wilayah Jakarta bersama-sama tidak bergantung lagi terhadap BBM dan membuat jakarta lebih sejuk dengan menanam tanaman. Jika BBM menyusahkan kita, mari kita renungkan bersama ketergantungan kita dan kita melakukan bersama apa yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan ketergantungan kita pada BBM.
untuk perenungan bersama:
BBM sudah menyulitkan kita mengapa kita masih harus bergantung padanya?
BBM akan habis suatu saat nanti, mengapa kita masih terus memakai tanpa kendali?
BBM memecah kita, mengapa kita tidak bersatu untuk lepas dari jeratnya?
Ini hanya opini belaka, tapi tidak semua yang ditulis disini salah dan tidak dapat dilakukan.